Kedewasaan seseorang sejatinya tidak dilihat dari usia. Kedewasaan yang hakiki dilihat dari seberapa bijak seseorang dalam bertutur kata, mengambil keputusan, dan mengendalikan egonya. Dewasa bukan berarti cerdas secara intelektual. Seseorang yang cerdas secara intelektual, mungkin dia dapat memperoleh segala sesuatu yang dia inginkan, namun belum tentu apa yang dia inginkan selalu berdampak baik untuk dirinya. Nyatanya banyak orang-orang yang notebene berpendidikan tinggi namun mereka seringkali salah jalan. Menipu seringkali dilakukan oleh orang-orang yang hanya cerdas secara intelektual. Berbagai pemberiataan seringkali menyinhgkap fenomena tentang para pejabat yang salah menggunakan wewenang, penegak hukum yang tidak adil, dan para guru yang tidak proporsional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Di samping itu, sebagian besar faktor penentu kedewasaan seseorang adalah melalui sikap yang mereka tunjukkan ketika berada di lingkungan sekitar.
Menjadi dewasa bukanlah perkara yang mudah. Menjadi dewasa membutuhkan proses yang teramat panjang. Menjadi dewasa butuh berbagai pengalaman hidup yang menantang dan complecateed. Menjadi dewasa merupakan sebuah pilihan. Seseorang yang mengklaim dirinya sudah dewasa sejatinya dia bukanlah seorang yang dewasa.
.......................... (to be continue)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar